pengertian kemiskinan menurut para ahli

Halo, Selamat Datang di Kasatmata.co.id!

Kemiskinan merupakan isu global yang kompleks dan multifaset, mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Memahami definisi kemiskinan sangat penting untuk mengembangkan kebijakan dan program yang efektif untuk mengatasinya. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai definisi kemiskinan yang dikemukakan oleh para ahli terkemuka di bidang ini.

Pendahuluan

Definisi kemiskinan telah menjadi bahan perdebatan selama berabad-abad. Dari perspektif ekonomi, kemiskinan umumnya dipandang sebagai kurangnya sumber daya material yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, dan layanan kesehatan. Namun, definisi kemiskinan yang lebih luas mencakup dimensi sosial dan psikologis, seperti kurangnya akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial. Mengingat sifatnya yang kompleks, tidak ada konsensus tunggal mengenai satu definisi kemiskinan.

Meskipun tidak ada definisi universal, ada beberapa definisi umum yang banyak digunakan oleh para ahli dan organisasi internasional. Di bawah ini adalah beberapa definisi kemiskinan yang paling menonjol:

  • Bank Dunia: Kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai hidup dengan kurang dari 1,90 dolar Amerika per hari (PPP), sementara kemiskinan moderat didefinisikan sebagai hidup dengan kurang dari 3,20 dolar Amerika per hari (PPP).
  • Bank Pembangunan Asia: Mengukur kemiskinan berdasarkan ketimpangan pendapatan, di mana garis kemiskinan nasional didefinisikan sebagai pendapatan yang diterima oleh 40% rumah tangga termiskin di suatu negara.
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa: Mendefinisikan kemiskinan sebagai “keadaan kekurangan sumber daya material, sosial, dan non-sosial yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk hidup dalam kebebasan dan bermartabat.”
  • Amartya Sen: Menekankan pendekatan berbasis kapabilitas, mendefinisikan kemiskinan sebagai “ketidakmampuan untuk mencapai pencapaian yang berharga.” Kapabilitas mengacu pada kebebasan dan peluang yang dimiliki seseorang untuk menjalani kehidupan yang baik.

Kelebihan dan Kekurangan Definisi

Definisi Kemiskinan Bank Dunia

Kelebihan:

  • Mudah diterapkan dan dibandingkan secara global.
  • Fokus pada pendapatan, aspek material kemiskinan.

Kekurangan:

  • Tidak memperhitungkan biaya hidup dan variasi antar negara.
  • Tidak mencakup dimensi non-material kemiskinan.

Definisi Kemiskinan Bank Pembangunan Asia

Kelebihan:

  • Mengukur ketimpangan pendapatan dalam konteks nasional.
  • Memperhatikan perbedaan antar negara.

Kekurangan:

  • Tidak memberikan garis kemiskinan absolut.
  • Sulit untuk dibandingkan secara internasional.

Definisi Kemiskinan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Kelebihan:

  • Mencakup aspek material dan non-material kemiskinan.
  • Mengakui pentingnya kebebasan dan martabat.

Kekurangan:

  • Sulit untuk diukur dan dibandingkan.
  • Mungkin terlalu luas dan kurang spesifik.

Definisi Kemiskinan Amartya Sen

Kelebihan:

  • Menekankan kemampuan manusia untuk menjalani kehidupan yang baik.
  • Memperhatikan dimensi sosial, ekonomi, dan politik kemiskinan.

Kekurangan:

  • Sulit untuk mengukur dan membandingkan secara empiris.
  • Mungkin terlalu teoretis dan sulit untuk diterapkan dalam kebijakan.

Tabel Pengertian Kemiskinan Menurut Para Ahli

Organisasi/Individu Definisi Kemiskinan Kelebihan Kekurangan
Bank Dunia Kurang dari 1,90 dolar Amerika per hari (PPP) Mudah diterapkan, fokus pada pendapatan Tidak memperhitungkan biaya hidup, dimensi non-material
Bank Pembangunan Asia Garis kemiskinan nasional pada 40% rumah tangga termiskin Mengukur ketimpangan pendapatan, mempertimbangkan perbedaan antar negara Tidak memberikan garis kemiskinan absolut, sulit dibandingkan secara internasional
Perserikatan Bangsa-Bangsa Kurangnya sumber daya material, sosial, dan non-sosial Mencakup aspek material dan non-material, mengakui kebebasan dan martabat Sulit diukur dan dibandingkan, mungkin terlalu luas
Amartya Sen Ketidakmampuan mencapai pencapaian yang berharga Menekankan kapabilitas manusia, mempertimbangkan dimensi sosial, ekonomi, politik Sulit diukur dan dibandingkan secara empiris, mungkin terlalu teoretis

FAQ

1. Apa perbedaan antara kemiskinan absolut dan relatif?
2. Bagaimana kemiskinan memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan?
3. Apa saja penyebab kemiskinan?
4. Apa saja konsekuensi ekonomi dari kemiskinan?
5. Bagaimana kita bisa mengurangi kemiskinan?
6. Apa peran pemerintah dalam mengatasi kemiskinan?
7. Bagaimana teknologi dapat membantu memerangi kemiskinan?
8. Apa itu kemiskinan multidimensi?
9. Bagaimana kemiskinan memengaruhi pendidikan?
10. Apa saja program bantuan internasional untuk kemiskinan?
11. Bagaimana kemiskinan memengaruhi gender?
12. Apa itu garis kemiskinan?
13. Bagaimana kita mengukur kemiskinan?

Kesimpulan

Tidak ada satu definisi kemiskinan yang diterima secara universal. Namun, definisi yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai aspek fenomena kompleks ini. Dari perspektif material hingga non-material, dari ketimpangan pendapatan hingga kemampuan manusia, definisi ini menyoroti dimensi multifaset kemiskinan.

Mengetahui definisi kemiskinan sangat penting untuk merancang kebijakan dan program yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Dengan memahami berbagai cara untuk mengartikan dan mengukur kemiskinan, kita dapat mengembangkan strategi yang menargetkan kebutuhan spesifik mereka yang terkena dampak. Mari kita semua bekerja sama untuk mengatasi kemiskinan dan menciptakan dunia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.

Kata Penutup

Kasatmata.co.id berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan mendalam tentang berbagai isu sosial dan ekonomi. Artikel ini hanyalah salah satu kontribusi kami untuk percakapan yang sedang berlangsung tentang cara terbaik untuk memahami dan mengatasi kemiskinan di dunia.

Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan mendorong dialog, kita dapat menginspirasi tindakan dan perubahan. Mari kita semua bekerja menuju dunia yang bebas dari kemiskinan, di mana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjalani kehidupan yang bermartabat dan produktif.