sejarah tanah palestina menurut al quran

Pendahuluan

Halo selamat datang di kasatmata.co.id. Sejarah Tanah Palestina merupakan topik yang sangat penting bagi umat Islam, Yahudi, dan Kristen. Wilayah ini telah menjadi pusat beberapa peradaban paling berpengaruh dalam sejarah, dan tanahnya telah diperebutkan oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran selama berabad-abad. Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, memberikan beberapa wawasan tentang sejarah Tanah Palestina, dan mengisahkan kisah peradaban yang hilang yang pernah berkembang di wilayah tersebut.

Al-Qur’an menyebut Tanah Palestina dengan berbagai nama, termasuk “Tanah Suci”, “Tanah yang Diberkati”, dan “Bumi Perjanjian”. Tanah ini pertama kali disebutkan dalam Al-Qur’an dalam kisah Nabi Ibrahim, yang dianggap sebagai bapak umat Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk meninggalkan kampung halamannya di Ur dan pergi ke Tanah Kanaan, yang kemudian dikenal sebagai Palestina.

Setelah Ibrahim, putranya Ishak dan cucunya Yakub juga tinggal di Tanah Kanaan. Yakub, yang juga dikenal sebagai Israel, memiliki 12 putra, dan masing-masing putra ini menjadi leluhur dari salah satu dari 12 suku Israel. Anak-anak Israel tinggal di Mesir selama bertahun-tahun, tetapi akhirnya mereka diperbudak oleh Firaun.

Keluaran dari Mesir dan Penaklukan Tanah Kanaan

Allah mengutus Nabi Musa untuk membebaskan Bani Israel dari perbudakan di Mesir. Musa memimpin Bani Israel keluar dari Mesir dan membawa mereka ke Tanah Kanaan. Namun, sebelum mereka memasuki Tanah Kanaan, Musa meninggal dunia, dan Yosua bin Nun mengambil alih kepemimpinan Bani Israel.

Yosua memimpin Bani Israel dalam menaklukkan Tanah Kanaan. Mereka mengalahkan banyak bangsa yang tinggal di tanah tersebut, termasuk orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Girgasi, dan orang Yebus. Bani Israel akhirnya berhasil menguasai sebagian besar Tanah Kanaan, dan mereka membaginya menjadi 12 wilayah, satu untuk setiap suku.

Kerajaan Israel dan Yehuda

Selama berabad-abad, Bani Israel diperintah oleh para hakim. Namun, pada suatu waktu, mereka meminta Allah untuk memberi mereka seorang raja, dan Allah mengutus Nabi Samuel untuk mengurapi Saul sebagai raja pertama Israel. Saul memerintah selama bertahun-tahun, tetapi ia tidak berhasil, dan Allah mengutus Samuel untuk mengurapi Daud sebagai penggantinya.

Daud adalah raja yang kuat dan sukses. Ia menaklukkan banyak bangsa di sekitarnya, dan ia memperluas wilayah Israel. Ia juga mendirikan kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Setelah Daud, putranya Salomo menjadi raja. Salomo adalah raja yang bijaksana dan kaya. Ia membangun Bait Suci di Yerusalem, dan ia memperluas perdagangan dan kekuasaan Israel.

Setelah Salomo, Kerajaan Israel terbagi menjadi dua bagian, yaitu Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan. Kerajaan Israel akhirnya ditaklukkan oleh orang Asyur pada tahun 722 SM, dan penduduknya dibawa ke pembuangan. Kerajaan Yehuda ditaklukkan oleh orang Babilonia pada tahun 586 SM, dan penduduknya juga dibawa ke pembuangan.

Periode Persia, Yunani, dan Romawi

Setelah penaklukan oleh orang Babilonia, Tanah Palestina menjadi bagian dari Kekaisaran Persia. Orang Persia mengizinkan orang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci. Namun, Bait Suci kedua ini tidak semegah Bait Suci pertama.

Pada abad ke-4 SM, Tanah Palestina ditaklukkan oleh orang Yunani di bawah pimpinan Aleksander Agung. Orang Yunani mendirikan beberapa kota di Tanah Palestina, termasuk kota Aleksandria. Setelah kematian Aleksander Agung, Tanah Palestina diperintah oleh Ptolemeus, seorang jenderal Yunani.

Pada abad ke-2 SM, Tanah Palestina ditaklukkan oleh orang Romawi. Orang Romawi mendirikan provinsi Yudea, dan mereka mengizinkan orang Yahudi untuk mempraktikkan agamanya, tetapi mereka juga menindas orang Yahudi dan mengenakan pajak berat kepada mereka.

Pemberontakan Yahudi

Pada abad ke-1 M, orang Yahudi memberontak melawan kekuasaan Romawi. Pemberontakan ini dipimpin oleh Simon Bar Kokhba, seorang pemimpin Yahudi yang menyatakan dirinya sebagai Mesias. Pemberontakan ini berlangsung selama tiga tahun, tetapi akhirnya dihancurkan oleh orang Romawi.

Setelah pemberontakan, orang Romawi mengusir banyak orang Yahudi dari Tanah Palestina. Orang Yahudi yang tersisa dilarang mempraktikkan agama mereka, dan mereka dipaksa untuk hidup dalam ghetto.

Masa Kekristenan

Setelah pemberontakan Yahudi, Tanah Palestina menjadi pusat agama Kristen. Yesus Kristus lahir di Betlehem, yang terletak di Tanah Palestina, dan ia memulai pelayanannya di Galilea. Setelah kebangkitannya, para muridnya menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia.

Orang Kristen membangun banyak gereja di Tanah Palestina, dan mereka menjadikan Yerusalem sebagai pusat ziarah. Pada abad ke-4 M, Kaisar Romawi Konstantin Agung memeluk agama Kristen, dan ia memerintahkan pembangunan Gereja Makam Suci di Yerusalem.

Masa Islam

Pada abad ke-7 M, Tanah Palestina ditaklukkan oleh orang-orang Muslim di bawah pimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Orang Muslim menoleransi orang Kristen dan Yahudi, tetapi mereka juga mengenakan pajak jizyah kepada mereka.

Orang Muslim mendirikan banyak masjid di Tanah Palestina, dan mereka menjadikan Yerusalem sebagai pusat ziarah. Mereka juga membangun Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Pada abad ke-12 M, Tanah Palestina ditaklukkan oleh Tentara Salib. Tentara Salib menghancurkan banyak masjid dan rumah orang Muslim, dan mereka juga mengusir orang Yahudi dari Yerusalem.

Pada abad ke-13 M, Tanah Palestina ditaklukkan kembali oleh orang Muslim di bawah pimpinan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi. Sultan Salahuddin memperlakukan orang Kristen dan Yahudi dengan toleransi, dan ia mengizinkan mereka untuk kembali ke Yerusalem.

Masa Ottoman

Pada abad ke-16 M, Tanah Palestina ditaklukkan oleh orang Ottoman. Orang Ottoman mendirikan provinsi Palestina, dan mereka memerintah provinsi ini selama berabad-abad.

Pada abad ke-19 M, Tanah Palestina menjadi semakin penting bagi orang Yahudi. Gerakan Zionis, sebuah gerakan yang bertujuan untuk mendirikan negara Yahudi di Palestina, mulai berkembang.

Masa Inggris

Setelah Perang Dunia I, Tanah Palestina menjadi mandat Inggris. Inggris mengizinkan orang Yahudi berimigrasi ke Palestina, dan mereka juga membantu mereka mendirikan negara Israel.

Pada tahun 1948, negara Israel didirikan. Perang saudara pun pecah antara orang Arab dan Yahudi di Palestina. Perang ini akhirnya berakhir dengan kemenangan Israel, dan ratusan ribu orang Arab terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Konflik Arab-Israel

Sejak didirikannya negara Israel, wilayah ini telah menjadi pusat konflik antara Israel dan negara-negara Arab tetangga. Konflik ini telah menyebabkan banyak perang dan penderitaan.

Sampai hari ini, konflik Arab-Israel masih belum terselesaikan. Israel terus menduduki sebagian wilayah Palestina, dan kondisi rakyat Palestina masih memprihatinkan.

FAQ

* Apa nama lain dari Tanah Palestina dalam Al-Qur’an?
* Siapa yang pertama kali disebutkan tinggal di Tanah Kanaan menurut Al-Qur’an?
* Siapa yang memimpin Bani Israel menaklukkan Tanah Kanaan?
* Siapa raja pertama Israel?
* Siapa yang membangun Bait Suci di Yerusalem?
* Siapa yang menaklukkan Kerajaan Israel pertama kali?
* Kapan orang Yahudi kembali ke Yerusalem setelah pembuangan di Babilonia?
* Siapa yang menaklukkan Tanah Palestina pada abad ke-4 SM?
* Siapa yang menaklukkan Tanah Palestina pada abad ke-2 SM?
* Siapa yang memimpin pemberontakan Yahudi melawan Romawi pada abad ke-1 M?
* Siapa yang memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M?
* Siapa yang menaklukkan Tanah Palestina pada abad ke-7 M?
* Siapa yang menaklukkan Tanah Palestina pada abad ke-12 M?
* Siapa yang menaklukkan Tanah Palestina pada abad ke-16 M?

Kesimpulan

Sejarah Tanah Palestina menurut Al-Qur’an sangatlah panjang dan kompleks. Wilayah ini telah menjadi pusat beberapa peradaban paling berpengaruh dalam sejarah, dan tanahnya telah diperebutkan oleh berbagai kerajaan dan kekaisaran selama berabad-abad.

Al-Qur’an memberikan beberapa wawasan tentang sejarah Tanah Palestina, dan mengisahkan kisah peradaban yang hilang yang pernah berkembang di wilayah tersebut. Kisah ini merupakan pengingat bagi kita semua tentang pentingnya perdamaian dan toleransi.

Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih damai dan toleran, di mana semua orang bisa hidup bersama dalam harmoni, terlepas dari agama, ras, atau etnis mereka.